Bless2Bless Ministry - Diberkati untuk menjadi Berkat

Advertisement

B2B Chatting Room

Iklan Random Bergambar

BannerJOBNetPoint-Kecil2.gif
Saat ini ada 3 total tamu online
Tidak ada anggota yang online

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum menjadi anggota? Daftar
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini25
mod_vvisit_counterKemarin74
mod_vvisit_counterMinggu Ini25
mod_vvisit_counterBulan Ini596
mod_vvisit_counterSeluruhnya35127

Newsletter

Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!






Search

Informasi Waktu

Petugas Online

Konseling Online 24 Jam:
Bagian Bantuan/Sumbangan:
Team Pendoa:
Team Pendoa:
Bagian Jadwal Pelayanan / Informasi:

Preview


Halaman Utama
Cetak E-mail
Renungan Harian

IA SETIA ( Kejadian 6: 9-22 )

"Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya" 
( 1 Tesalonika 5:24)


Ada suatu kisah:
Seorang gadis India bernama Nadia, menjalin asmara dengan seorang pria Eropa. Mereka saling mencintai, dan berjanji akan menikah. Namun, satu waktu pada waktu si pria harusa kembali ke Eropa. Ia meminta Nadia menunggunya di stasiun dengan baju sari (baju tradisioanal wanita India) waktu ia datang. Saat itu Nadia berumur 20 tahun, dan ia benar-benar melakukan permintaan kekasihnya tersebut. Tiap hari ia menunggu sang kekasih di stasiun. Sambil berdiri memakai pakaian sari, matanya memandangi tiap kereta yang datang. Hari ganti mingu, bulan ganti bulan, tak terasa lima belas tahun Nadia menunggu dengan cara sama! Usia Nadia 35 tahun ketika orang telah menganggapnya gila, meminta dia melupakan kekasinya itu lalu menikah dengan pria lain.Tetapi Nadia tak bergeming sedikitpun.

Suatu ketika di umumkan adanya kunjungan seorang gubernur dari Eropa ke India.Stasiun kereta itu di sterilisasi. Semua orang tak boleh berdiri di jalur kedatangan tamu. Tapi meski polisi sudah berusaha meyuruhnya minggir. Nadia bersikers. Hingga kereta gubernur itu tiba. Nadia tetap disana. Polisi hampir  bertindak kasar menyeret Nadia sebelum sang gubernur tiba dan segera menghentikan mereka. Gubernur itu menatap wanita berpakaian sari itu. Mata merekaa saling bertemu. Nadia tersenyum, tamu besar itulah pria yang di nantikannya selama 15 tahun. Dia telah kembali umtuk menikahinya.

Seiring dengan waktu, penantian akan janji Tuhan sering kali seolah tak pasti. Tapi jaminan bahwa itu akan di genapi adalah pasti. Dari bacaan kita hari ini, kita bisa bayangkan saja Nuh. Orang waras mana yang membangun kapal raksasa di puncak gunung? Apalagi, hingga seratus tahun berlalu, masih tidak ada tanda air bah akan datang. Tetapi, iman kita tidak selalu berupa mencampakkan gunung masalah atau penyakit dalam sekejap mata.

Iman adalah pecaya pada kepastian  janji Tuhan, entah itu setahun atau seratus tahun. Kita tetap percaya bahwa tercampaknya gunung hanya masalah waktu, tapi pasti tergenapi.

Kalau sampai hari ini ” gunung-gunung ” pergumulan dan masalah kita belum juga tercampak, kita bisa belajar dari Nadia dan Nuh hari ini: untuk senantiasa terus...terus..dan terus nantikan karena percaya. Ia pasti datang asal ....kita tetap setia menanti.

Kiriman dari Lucy S - B2B Team
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Film - Facing The Giants

Film - Facing The Giants 2

Kegiatan B2B

Baksos Lansia, panti jompo, Pengobatan orang sakit, Perekrutan Sukarelawan Paliatif, Pelayanan PD dan potong rambut gratis di Panti Jompo

Pesan dan Saran


Agenda Kegiatan

Maaf, tidak ada agenda yang ditampilkan

Jajak Pendapat

Menurut anda bagaimana tampilan situs web ini?
 

Bless2Bless Millist

 Join Bless2Bless Groups